Sasando yang hampir punah


 

Dari semua alat musik yang dimainkan kelompok musik tradisional-nya Bapak Ande, ada satu alat musik yang terlihat unik. Sasando namanya. Alat musik tradisional dari pulau Rote (Salah satu pulau sebelah selatan Pulau Timor). Alat musik inilah yang tadinya bersuara senar bervariasi itu.

Menurut Deny, satu dari lima anak Bapak Ande yang mahir bermain Sasando, memainkan Sasando tidak gampang. Harus terus berlatih. Karena Sasando mengutamakan Ritme dan feeling bunyi nada yang tepat dari 28 senar yang ada.

Sasando memang punya banyak senar. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando engkel. Jenis lain; Sasando dobel namanya, punya 56 senar. Bahkan ada yang 84 senar. Cara memainkan Sasando dengan dipetik. Mirip dengan gitar. Hanya saja, Sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip Harpa.

Bagian utama dari Sasando berbentuk seperti Harpa, dengan media pemantul suara terbuat dari daun Pohon Gebang (sejenis Pohon Lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar. Tempat senar-senar diikat terbuat dari bambu yang keras, penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun Gebang yang dibuat melingkar tadi.

Menurut Bapak Ande, yang bukan hanya pemain Sasando tapi juga pengrajin Sasando ini; sampai sekarang hampir semua bahan yang dipakai untuk membuat Sasando adalah bahan asli, kecuali senar Sasando. Saat ini Sasando sudah mulai di modifikasi. Pemantul bunyi dari daun gebang sudah diganti dengan spul gitar listrik yang ditempelkan pada batang bambu ditengah Sasando. Tentu Sasando model ini hanya bisa mengeluarkan bunyi keras dengan bantuan sound system.

Hampir semua jenis musik bisa dimainkan dengan Sasando. Siang itu saja, Deny mampu memainkan musik tradisional, pop, slow rock bahkan dangdut dengan Sasando, menghibur peserta hajatan yang sementara makan siang. Bapak Ande dan 6 anaknya – yang tentunya semuanya mahir memainkan Sasando, merasa kalau kemampuan mereka membuat, memainkan dan mempertahankan Sasando sebagai alat musik tradisional adalah sebuah berkat, bukan sekedar kebanggaan.

Menurut Bapak Ande, tidak banyak lagi orang yang mampu memainkan alat musik ini. Orang-orang tua yang selalu bangga memainkan Sasando bagi anak-anak mereka atau dalam upacara-upacara adat, lengkap dengan topi TiiLangga, pakaian dan tarian adat, sudah banyak yang meninggal. Hilang satu per satu. Generasi muda tak banyak yang tertarik untuk sekedar mengenal apalagi belajar memainkan.

Percaya atau tidak, di daratan Timor saat ini hanya keluarga Bapak Ande saja yang mahir memainkan Sasando. Bapak Ande sekeluarga berharap orang-orang NTT tak melupakan denting Sasando, harmoni bunyinya bersama gong dan gendang kulit kambing yang selaras mengiringi tarian Kebalai, seperti siang itu. Semoga.

buat seluruh pemuda Nusa Tenggara Timur cobalah untuk selalu melestarikan kebudayaan nya
dan untuk pemda NTT tolong siapkan lagi saran dan pra sarana untuk menyalurkan bakat tersebut

Alat Musik Tradisional


Selain alat musik modern yang lebih sering kita kenal dan kita lihat, ternyata terdapat banyak juga alat musik daerah yang tidak kalah menarik dari alat musik tradisional. Beberapa contoh alat musik tradisional:

sernaigif19032007045

angklungapdpt_13

818541_tifa71232_m002

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.