Rumah Adat Bolon


Pematang Siantar, Rabu (29/09. Sekitar 2 Jam dari Pematang Siantar terdapat rumah peninggalan raja Purba atau yang lebih dikenal rumah adat Bolon.Ditempat ini selain rumah raja terdapat pula kuburan raja terakhir yaitu Raja Mogang Purba [Juli 1904 – 15 Agustus 1947]. Rumah yang berumur lebih dari 100 thn ini pernah mengalami renovasi beberapa kali.Berikut ulasan mengenai fungsi dari rumah yang terdapat di kawasan rumah adat Bolon.

Pattangan Raja
Bangunan ini berhadapan dengan tempat tinggal raja yang berfungsi sebagai tempat duduk, ditempat ini biasanya raja melakukan aktifitas seperti bermain musik, alatnya sendiri di simpan diatas tempat duduk raja, sambil memperhatikan para gadis yang sedang menumbuk padi di bagian sebelah kanan Pattangan Raja.

Rumah Bolon
Balei Bolon dipakai sebagai tempat tinggal raja bersama ke 12 istrinya, tamu dilarang untuk menginap ditempat ini. Sedangkan untuk tamu sendiri terdapat bangunan khusus yang di sebut Jambur.Luas bangunan ini 8 x 30m

Balei Bolon
Bangunan ini disebut juga sebagai tempat pengadilan dan penjara sementara. Terkadang tempat ini dijadikan sebagai tempat musyawarah. Peraturan dan hukuman yang akan diterima oleh terdakwa sudah tercantum dalam peraturan yang terdapat di tiang bangunan Balei Bolon. Diatap rumah ini terdapat kepala kerbau yang berfungsi sebagai pengusir roh jahat dan simbol kemakmuran, sedangkan bangunan kecil seperti kandang merpati, itu berfungsi sebagai tempat penangkal ilmu hitam.

Pattangan Puang Bolon
Bangunan ini berfungsi sebagai tempat duduk permaisuri raja yang tidak boleh diduduki oleh orang lain. Bangunan ini terletak diantara rumah Bolon dan Balei Bolon.

Balei Butu & Jabu Jungga
Sebelum memasuki kawasan tempat tinggal raja, terdapat bangunan tempat tinggal pengawal raja atau yang disebut Balei Butu, tidak jauh dari tempat ini terdapat Jabu Jungga atau tempat tinggal Panglima raja bersama keluarganya.

Losung
Bangunan ini tempat menumbuk padi yang dilakukan oleh para gadis sebelum akhirnya mereka dipersunting raja.

Alat transportasi traditional disebut juga Gajah – gajah, kendaraan ini biasanya ditarik oleh manusia atau kuda.

Nama – nama raja kerajaan Purba

1. Tuan Pangultop Ultop [1624 – 1648]
2. Tuan Ranjinman [1648 – 1669]
3. Tuan Nanggaraja [1670 – 1692]
4. Tuan Batiran [1692 – 1717]
5. Tuan Bakkaraja [1718 – 1738]
6. Tuan Baringin [171738 – 1769]
7. Tuan Bona Batu [1769 – 1780]
8. Tuan Raja Ulan [1781 – 1796]
9. Tuan Atian [1800 – 1825]
10. Tuan Horma Bulan [1826 – 1856]
11. Tuan Raondop [1856 – 1886]
12. Tuan Rahalim [1886 – 1921]
13. Tuan Karel Tanjung [1921 – 1931]
14. Tuan Mogang [1933 – 1947]

Kerajaan Purba mulai berdiri pada abad ke XV, hanya raja Mogang yang mempunyai istri 1 karena beliau sangat berpendidikan dan modern pada jamannya, selain itu beliau sudah memeluk agama Kristen dan kebiasaan para pendahulunya tidak dia ikuti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: