Emas Hitam Sulawesi Yang Hampir Punah


Eboni alis kayu hitam, flora endemik Sulawesi yang semakin sulit ditemukan di tempat asalnya tumbuh. Tak ada kepastian tentang berapa jumlah tegakan eboni yang tersisa saat ini.

Diospyros Celebica, populer dengan nama eboni, merupakan flora endemik Sulawesi, hanya tumbuh di pulau ini. Warnanya hitam mengkilap dengan motif seperti kue lapis.  Biasanya dibuat perabot rumah tangga, kursi, meja, jam dinding, asbak hingga gantungan kunci.

Keindahannya merupakan magnet bagi para peminat di dalam dan luar negeri. Di Jepang misalnya ada anggapan, memiliki perabotan rumah tangga dari kayu eboni, dapat menaikkan status sosial. Tidak heran kayu yang dijuluki emas hitam ini harganya tinggi, berkisar  lima sampai enam juta rupiah permeter kubik. Harga di pasar gelap bisa empat kali lipat. Inilah yang membuat eboni banyak diburu orang.

Perburuan itu makin sulit dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kehutanan tahun 1990  yang intinya melarang kegiatan tebang baru terhadap pohon eboni, penjualannya ke luar pulau juga ketat diawasi. Ironisnya, baru-baru ini ditemukan kontainer berisi emas hitam Sulawesi ini senilai lebih 20 miliar Rupiah, di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: